1
KEJUJURAN & DUSTA (الصِّدْقُ وَاْلِكذْبُ)
Kejujuran adalah suatu hal yang sangat mahal & sulit namun sebenarnya semua itu akan terasa mudah jika dibiasakan dan ditanamkan semenjak dini, jujur berarti mengatakan sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya,
sedangkan dusta berarti menyampaikan sesuatu tidak seperti yang terjadi sebenarnya. Sebab-sebab utama seseorang berlaku jujur karena mampu berpikir sehat serta kesungguhan dalam beragama dan keberanian untuk mengatakan kebenaran. Akal berfungsi sebagi pusat kesadaran dan sentral dari seluruh perbuatan manusia, Karena itulah akal yang sehat akan berfikir sehat, dan memacu untuk berbuat jujur dalam kehidupan.
Di samping itu tentunya orang normal akan berpikir berkali- kali mengapa dirinya harus berbohong, padahal kebohongan bisa menjadi sumber dari segala kesalahan dan dosa.
Peran agama menjadi hal yang terpenting, seseorang yang beragama Islam tentunya mengetahui akibat yang disebabkan suatu kebohongan adalah siksa dan amarah dari Allah di akhirat.
Jika ada seseorang yang masih sering berbohong tentunya dia hanya berkipir jangka pendek, dia berpikir dengan kebohongannya dia dapat membohongi semua orang dan merasa aman darinya, sadarlah Allah Maha Tahu dan tidak tertidur, sehingga sedetikpun kita tidak terlepas dari pengawasan dari-Nya.
Akibat dari suatu kebohongan justru akan kembali kepada pelakunya, selamanya dia akan direndahkan bukan hanya oleh sesama manusia tetapi di akhirat juga dia akan disiksa akibat perbuatannya. Nabi Muhammad Saw. bersabda “ Ketika seseorang telah berbohong, maka malaikat akan menjauhi dirinya sejauh 1 mil karena baunya yang busuk “ selain iu Allah Swt. telah berfirman di dalam al-Qur`an “ Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada Allah dan jadilah kamu bersama orang -orang yang jujur”. Dari hal ini haruslah membuat kita sadar, meskipun terlihat suatu kesalahan tetapi kejujuran pasti akan menang.
Kejujuran adalah suatu hal yang sangat mahal & sulit namun sebenarnya semua itu akan terasa mudah jika dibiasakan dan ditanamkan semenjak dini, jujur berarti mengatakan sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya,
sedangkan dusta berarti menyampaikan sesuatu tidak seperti yang terjadi sebenarnya. Sebab-sebab utama seseorang berlaku jujur karena mampu berpikir sehat serta kesungguhan dalam beragama dan keberanian untuk mengatakan kebenaran. Akal berfungsi sebagi pusat kesadaran dan sentral dari seluruh perbuatan manusia, Karena itulah akal yang sehat akan berfikir sehat, dan memacu untuk berbuat jujur dalam kehidupan.
Di samping itu tentunya orang normal akan berpikir berkali- kali mengapa dirinya harus berbohong, padahal kebohongan bisa menjadi sumber dari segala kesalahan dan dosa.
Peran agama menjadi hal yang terpenting, seseorang yang beragama Islam tentunya mengetahui akibat yang disebabkan suatu kebohongan adalah siksa dan amarah dari Allah di akhirat.
Jika ada seseorang yang masih sering berbohong tentunya dia hanya berkipir jangka pendek, dia berpikir dengan kebohongannya dia dapat membohongi semua orang dan merasa aman darinya, sadarlah Allah Maha Tahu dan tidak tertidur, sehingga sedetikpun kita tidak terlepas dari pengawasan dari-Nya.
Akibat dari suatu kebohongan justru akan kembali kepada pelakunya, selamanya dia akan direndahkan bukan hanya oleh sesama manusia tetapi di akhirat juga dia akan disiksa akibat perbuatannya. Nabi Muhammad Saw. bersabda “ Ketika seseorang telah berbohong, maka malaikat akan menjauhi dirinya sejauh 1 mil karena baunya yang busuk “ selain iu Allah Swt. telah berfirman di dalam al-Qur`an “ Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu kepada Allah dan jadilah kamu bersama orang -orang yang jujur”. Dari hal ini haruslah membuat kita sadar, meskipun terlihat suatu kesalahan tetapi kejujuran pasti akan menang.
2
AMANAH (أَمَانَةْْ)
Amanah secara bahasa artinya bisa dipercaya, sedangkan secara istilah artinya memenuhi hak-hak Allah dan hak-hak mahkluk lain, serta dengan amanahlah keimanan seseorang dapat dikatakan sempurna.
Seseorang dapat memiliki sifat amanah dikarenakan beberapa hal penting di antaranya kuatnya keinginan baik dalam hidup (motifasi hidup), seorang muslim yang mempunyai motifasi tinggi pastinya mengerti betul makna amanat, dia akan menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya serta tidak mensia-siakannya, dia akan menjalani kehidupan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kehati-hatian.
Salah satu hal terpenting yang harus dijaga oleh seorang yang mempunyai sifat amanah adalah menjaga dirinya dari hal yang dapat mengancam sifat amanahnya, dia akan tumbuh sebagai pribadi pemaaf, serta menjauhi segala hal yang tidak bermanfaat dalam hidupnya.
Oleh sebab semua itulah sesungguhnya dapat kita melihat bagaimana dia menerima kehidupan dan karunia dari Allah Swt. di sisi lain juga selalu berusaha maksimal, apa yang dilakukannya semata-mata karena Allah Swt. bukan karena ingin dipuji oleh sesama manusia saja. Nabi berpesan bahwa tidaklah dianggap beriman orang yang tidak mempunyai sifat amanah
Amanah secara bahasa artinya bisa dipercaya, sedangkan secara istilah artinya memenuhi hak-hak Allah dan hak-hak mahkluk lain, serta dengan amanahlah keimanan seseorang dapat dikatakan sempurna.
Seseorang dapat memiliki sifat amanah dikarenakan beberapa hal penting di antaranya kuatnya keinginan baik dalam hidup (motifasi hidup), seorang muslim yang mempunyai motifasi tinggi pastinya mengerti betul makna amanat, dia akan menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya serta tidak mensia-siakannya, dia akan menjalani kehidupan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kehati-hatian.
Salah satu hal terpenting yang harus dijaga oleh seorang yang mempunyai sifat amanah adalah menjaga dirinya dari hal yang dapat mengancam sifat amanahnya, dia akan tumbuh sebagai pribadi pemaaf, serta menjauhi segala hal yang tidak bermanfaat dalam hidupnya.
Oleh sebab semua itulah sesungguhnya dapat kita melihat bagaimana dia menerima kehidupan dan karunia dari Allah Swt. di sisi lain juga selalu berusaha maksimal, apa yang dilakukannya semata-mata karena Allah Swt. bukan karena ingin dipuji oleh sesama manusia saja. Nabi berpesan bahwa tidaklah dianggap beriman orang yang tidak mempunyai sifat amanah
3
MURAH HATI (الْحِلْمُ)
Murah hati adalah sifat yang harus dimiliki muslim, yaitu bersedia untuk tidak membalas seseorang yang membecinya dengan kebencian meskipun mampu melakukannya. Secara sederhana berarti serupa dengan pemaaf dan tidak pendendam.
Beberapa hal yang harus kita sadari jika ingin memiliki sifat pemurah antara lain; Kita harus sadar bahwa tidak semua orang mempunyai tingkat pengetahuan yang sama, sehingga tentunya tidak berbuat buruk kepada kita apalagi membenci kita kecuali hanya dilakukan oleh orang-orang yang kurang ilmunya (bodoh).
Oleh sebab itulah sewajarnya tentu kita merasa sedikit kesal jika tanpa salah tiba-tiba kita disalahkan apalagi dibenci seseorang, namun kembali lagi janganlah kemudian terlalu berlebihan karena yakinlah bahwasanya mereka tidak tahu.
Dibalik semua itu marilah kita tanamkan sifat malu didalam diri kita, karena hanya dengan malu kita akan dapat mengimbangi amarah di dalam diri kita. Allah sangat memuliakan orang yang bermurah hati, hal ini senada dengan hadis yang disampaikan Nabi Muhammad Saw. ” Sesungguhnya Allah sangat menyayangi orang-orang yang bermurah hati, dan sangat membenci orang yang berkata keji”.
Murah hati adalah sifat yang harus dimiliki muslim, yaitu bersedia untuk tidak membalas seseorang yang membecinya dengan kebencian meskipun mampu melakukannya. Secara sederhana berarti serupa dengan pemaaf dan tidak pendendam.
Beberapa hal yang harus kita sadari jika ingin memiliki sifat pemurah antara lain; Kita harus sadar bahwa tidak semua orang mempunyai tingkat pengetahuan yang sama, sehingga tentunya tidak berbuat buruk kepada kita apalagi membenci kita kecuali hanya dilakukan oleh orang-orang yang kurang ilmunya (bodoh).
Oleh sebab itulah sewajarnya tentu kita merasa sedikit kesal jika tanpa salah tiba-tiba kita disalahkan apalagi dibenci seseorang, namun kembali lagi janganlah kemudian terlalu berlebihan karena yakinlah bahwasanya mereka tidak tahu.
Dibalik semua itu marilah kita tanamkan sifat malu didalam diri kita, karena hanya dengan malu kita akan dapat mengimbangi amarah di dalam diri kita. Allah sangat memuliakan orang yang bermurah hati, hal ini senada dengan hadis yang disampaikan Nabi Muhammad Saw. ” Sesungguhnya Allah sangat menyayangi orang-orang yang bermurah hati, dan sangat membenci orang yang berkata keji”.
4
DERMAWAN (السَّخَاءْ)
Dermawan berarti mendermakan harta dalam kebaikan tanpa adanya sifat sayang, serta tidak berlebihan dalam membelanjakannya (tidak boros). Sifat dermawan merupakan suatu keutamaan dan kebiasaan yang baik, dermawan mempunyai ikatan kuat dengan hati seseorang, dengannya akan mendidik seseorang menjadikan dirinya ramah serta peduli dengan sekitarnya.
Nabi Muhammad Saw. adalah seorang yang sangat dermawan, hingga beliaupun tidak pernah sekalipun menolak orang yang meminta-minta di hadapannya. Diriwayatkan suatu ketika malaikat Jibril turun dan berkata kepada Nabi Muhammad Saw “ Sesungguhnya Allah berfirman ;” Ini adalah agama (Islam) yang Aku (Allah) telah meridhoinya, tidak ada yang memperbaikinya (berbuat baik dalam islam) kecuali orang yang dermawan dan berahlak mulia, maka muliakanlah mereka semampu kalian “.
Dermawan berarti mendermakan harta dalam kebaikan tanpa adanya sifat sayang, serta tidak berlebihan dalam membelanjakannya (tidak boros). Sifat dermawan merupakan suatu keutamaan dan kebiasaan yang baik, dermawan mempunyai ikatan kuat dengan hati seseorang, dengannya akan mendidik seseorang menjadikan dirinya ramah serta peduli dengan sekitarnya.
Nabi Muhammad Saw. adalah seorang yang sangat dermawan, hingga beliaupun tidak pernah sekalipun menolak orang yang meminta-minta di hadapannya. Diriwayatkan suatu ketika malaikat Jibril turun dan berkata kepada Nabi Muhammad Saw “ Sesungguhnya Allah berfirman ;” Ini adalah agama (Islam) yang Aku (Allah) telah meridhoinya, tidak ada yang memperbaikinya (berbuat baik dalam islam) kecuali orang yang dermawan dan berahlak mulia, maka muliakanlah mereka semampu kalian “.
5
RENDAH HATI (اَلَتَّوَاضُعْ)
Tawadhu` juga berarti merendahkan diri, rendah hati, di sini bukan berarti menghinakan diri sendiri, akan tetapi orang yang tawadhu sesungguhnya lebih mulia di mata Allah, karena Allah tidak menyukai orang yang sombong.
Bahkan sangat mulia baik di mata manusia terlebih di mata Allah Swt. Dalam sebuah hadis Nabi dikatakan; Siapa yang merendah diri dihadapan Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya, sedangkan siapa yang sombong maka Allah akan menurunkannya sampai kederajat yang paling rendah”.
Tawadhu juga berarti menetapkan sesuatu sesuai dengan haknya, maksudnya tidak merendahkan hal yang seharusnya mulia, serta tidak meninggikan hal yang seharusnya rendah. Pada jaman sekarang, sangat susah untuk menemukan orang-orang yang rendah hati, banyak orang yang karena jabatannya bersikap tidak sepantasnya kepada orang yang lebih tua, padahal Nabi Muhammad saja sangat menghormati para sahabatnya meskipun usianya masih sangat muda jika dibandingkan dengannya.
Selain itu ada juga orang kaya yang tidak menghargai orang miskin, padahal Nabi Sulaiman saja yang jauh lebih kaya sangat menghormati umatnya yang tidak mampu, ada yang merasa tampan (artis dsb) merasa bangga hingga membuatnya melecehkan orang yang dianggap jelek, jika dibandingkan dengan Nabi Yusuf sudah tentu belum ada apa-apanya.
Tawadhu` juga berarti merendahkan diri, rendah hati, di sini bukan berarti menghinakan diri sendiri, akan tetapi orang yang tawadhu sesungguhnya lebih mulia di mata Allah, karena Allah tidak menyukai orang yang sombong.
Bahkan sangat mulia baik di mata manusia terlebih di mata Allah Swt. Dalam sebuah hadis Nabi dikatakan; Siapa yang merendah diri dihadapan Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya, sedangkan siapa yang sombong maka Allah akan menurunkannya sampai kederajat yang paling rendah”.
Tawadhu juga berarti menetapkan sesuatu sesuai dengan haknya, maksudnya tidak merendahkan hal yang seharusnya mulia, serta tidak meninggikan hal yang seharusnya rendah. Pada jaman sekarang, sangat susah untuk menemukan orang-orang yang rendah hati, banyak orang yang karena jabatannya bersikap tidak sepantasnya kepada orang yang lebih tua, padahal Nabi Muhammad saja sangat menghormati para sahabatnya meskipun usianya masih sangat muda jika dibandingkan dengannya.
Selain itu ada juga orang kaya yang tidak menghargai orang miskin, padahal Nabi Sulaiman saja yang jauh lebih kaya sangat menghormati umatnya yang tidak mampu, ada yang merasa tampan (artis dsb) merasa bangga hingga membuatnya melecehkan orang yang dianggap jelek, jika dibandingkan dengan Nabi Yusuf sudah tentu belum ada apa-apanya.
6
HARGA DIRI (عِزَّةُ الّنَفْسِ)
Harga diri adalah sifat yang menjadikan seseorang menjadi terhormat dan dihormati. Dalam hal lain dapat diartikan sebagai usaha seseorang untuk menempatkan dirinya terhormat dan dihormati orang lain.
Agar dapat mencapainya kita harus berusaha untuk mengenal diri sendiri, menjadikan diri kita layak dihormati serta sadar dengan kedudukan kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Buah dari usaha tersebut akan menjadikan kita menjadi tahan uji, siap tanding, dan tahan banting.
Kita akan menjadi seorang yang merasa cukup dengan apa yang kita miliki (tidak serakah dan tidak bergantung kepada orang lain). Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Saw. “Sesungguhnya Allah Swt. sangat menyayangi sesuatu yang sesuai dengan kemampuannya masing-masing (tidak dipaksa-paksa)”.
Harga diri adalah sifat yang menjadikan seseorang menjadi terhormat dan dihormati. Dalam hal lain dapat diartikan sebagai usaha seseorang untuk menempatkan dirinya terhormat dan dihormati orang lain.
Agar dapat mencapainya kita harus berusaha untuk mengenal diri sendiri, menjadikan diri kita layak dihormati serta sadar dengan kedudukan kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Buah dari usaha tersebut akan menjadikan kita menjadi tahan uji, siap tanding, dan tahan banting.
Kita akan menjadi seorang yang merasa cukup dengan apa yang kita miliki (tidak serakah dan tidak bergantung kepada orang lain). Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Saw. “Sesungguhnya Allah Swt. sangat menyayangi sesuatu yang sesuai dengan kemampuannya masing-masing (tidak dipaksa-paksa)”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar