Minggu, 02 Juli 2023

Warna yang di Sukai Kaum Wanita



Warna yang umum dianggap sebagai warna feminin atau yang paling menarik bagi wanita bisa menjadi pilihan yang baik untuk pemasaran, situs web, dan desain yang memiliki target pasar wanita. Studi warna yang dilakukan selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa warna favorit wanita dan pria berbeda. Beberapa perbedaan dalam warna favorit ini mungkin disebabkan oleh penggunaan warna dan pengkondisian budaya.

Senin, 12 Agustus 2019

Jumat, 06 Januari 2017

Hikmah Surat Al Ikhlas

Bismillahhirrahmannirrahhim
                                                               QUL HUWALLAHHU AHAD
                                                         katakanlah"dia ALLAH yang maha esa

                                                              ALLAHHU SSOMAD
                                        ALLAH yang dengannya bergantung segala sesuatu

                                                            LAM YALID WALAM YULAD
                                            dia tidak beranak dan tidak pula di peranak kan

                                                  WALAM YAQUL LAHU KUFUAN AHAD
                                           dan tidak ada seorang pun yang setara dengan dia


PEMBUKAAN SERAT RUH SURATNYA:
-empat ayat ini adalah ayat malaikat 4 yaitu "JIBRIL.MIKAIL,ISROFIL dan IZRAIL,ayat pertama terletak di jantungnya malaikat JIBRIL,maka jika membaca ayat yang pertama dengan menghidupkan jibril di batang tubuh kita sekaligus memberikan makanan pahala kepada jibril maka ayat pertama ini saat di baca akan langsung di sampaikan JIBRIL langsung kepada sang pemilik ayat,JIBRIL berasal dari tetesan air NUKTAH NUR MUHAMMAD,setelah tercipta nya JIBRIL,NUR MUHAMMAD memerintahkan mengambil tanah di bumi sebagai membentuk sekaligus memperkuat tubuh adam,nabi adam meneteskan air NUKTAH menjadilah jabang bayi manusia yaitu kita,dimana letak nya JIBRIL dalam batang tubuh kita,letaknya jibril berada di kulit tengkuk leher belakang kita,apa buktinya di kulit kita,coba gesek gesek lah dengan jempol jari tangan kita kulit tengkuk belakang,seberapa besrihnya pun maka kulit kita itu akan mengeluarkan " DAKI" daki adalah zat tanah yang tadi di ambil oleh jibril,lalu bagaimana menghidupkan KELAKUAN JIBRIL DI TUBUH KITA,bacalah surat al ikhlas satu kali dengan posisi kedua tangan bersambung di atas kepala lalu sambil menyambung itu turunkan ke tengkuk leher belakang,saat sudah selesai membaca surat al ikhals tersebut dan posisi kedua tangan yang bersalaman masih di tengkuk leher maka lepaskan telapak tangan yang bersambung tadi turun ke samping dan selesai....

- lalu membaca ayat yang kedua: ayat yang kedua ini berada di limpa tubuh malaikat MIKAIL,malaikat MIKAIL tercipta dari tetesan air NUKTAH,NUR MUHAMMAD..apa kelakuan malaikat MIKAIL yang di perintahkan oleh NUR MUHAMMAD yaitu malaikat MIKAIL di perintahkan mengambil air dari alam mullah untuk menghidupkan lembaga tanah yang terdapat di tubuh adam..dimana kah malaikat MIKAIL di batang tubuh kita yaitu berada di bagian selangkangan atau tepatnya di bagian kelamin manusia,titik bersarangnya yaitu di tengah tengah antara pusat/udel dan kelamin,di serah kelamin inilah tempatnya air hidup mulai dari air kehidupan yaitu sperma maupun air limpa yaitu air seluruh tubuh yang berkantong dengan air seni atau air kencing....bagaimana menghidupkan kelakuaan malaikat MIKAIL ini pada batang tubuh kita,bacalah surat al ikhlas satu kali dengan posisi kedua kaki menyilang bersila ke arah kelamin,maksudnya tengah tengah persimpangan sila kaki itu tepat di tengah tengah kelamin,bacalah surat al iklas itu denagn niat pahala nya untuk malaikat MIKAIL.

-lalu membaca ayat yang ketiga: ayat yang ketiga ini berada pada mata malaikat ISROFIL,malaikat ISROFIL lah yang bertanggung jawab menyampaikan bunyi dari siapa saja yang membaca surat al ikhlas ayat ketiga ini kepada pemilik surat tersebut...malaikat ISROFIL tercipta dari tetesan air NUKTAH,NUR MUHAMMAD,apa kelakukan yang di perintahkan NUR MUHAMMAD kepada malaikat ISROFIL,yaitu mengambil angin di alam izzati untuk membangun lembaga adam,di mana kelakukan angin yang di bawa malaikat ISROFIL ini di tubuh anak cucu adam yaitu berada di paru paru sebelah kanan,apa buktinya..tepuklah paru paru sebelah kanan dengan menahan napas maka tetap akan keluar angin dari mulut atau hidung kita,bagaimana menghidupkan malaikat ISROFIL di batang tubuh manusia yaitu dengan membaca kalimat ALLAH dengan menarik napas dan kalimat QUL HU dengan mneghirup napas sebanyak 55x ulangan dengan posisi tangan mendekap dan mengusap usap paru paru sebelah kanan.

-lalu membaca ayat ke empat: ayat terakhir ini bersarang di tubuh malaika IZRAIL yang di tanamkan pada kedua sayap atau kedua tangan malaikat IZRAIL tersebut,NUR MUHAMMAD yang memerintahkan malaikat IZRAIL untuk mengambil api dari alam amarah untuk menyempurnakan sipat khalifah nabi adam,adam sepertiga jiwa nya di penuhi oleh sipat amarah yang di tancapkan malaikat IZRAIL dalam batang tubuhnya,amarah sagatlah besar gunanya bagi aliran darah adam dan anak cucunya,amarah yang mampu terfocus dan bukan di umbar sekehndak hati sangat berguna untuk membuat sebuah niat atau ilmu bathin menjadi nyata,hanya orang orang yang pandai memendam amarah dalam kesabaran yang memiliki ilmu sebenar ilmu selain itu hanya amarah yang besar bual,tong kosong nyaring bunyinya,bahkan manusia yang tidak mampu memendam amarah dalam kesabaran maka ia akan terbakar sendiri dari dalam akar tubuhnya,sehingga tampa di sentuh oleh siapapun ia akan mati sendiri bergelimpangan di karena kan ledakan api amarah dirinya sendiri.apa buktinya lihatlah ciri ciri orang yang bisa menyakiti orang lain jarak jauh tampa di sentuh/santet kalau bahasa jawanya,tuju kalau bahasa melayu sumatra nya,pastilah orang yang tidak pernah terlihat marah,tidak banyak bicara,tidak banyak mengumbar amarah,sesungguhnya ia tengah mengumpulkan energy amarahnya secara terfocus untuk di gunakan menyerang secara tiba tiba..maka patutlah kita sedap sedap ngeri pada orang yang diam diam tenang dalam sabar,dan tak patut kita yakin pada manusia yang banyak mengumbar amarah,orang yang biasanya berguru ilmu ghaib kepada malaikat IZRAIL memang berpantang untuk banyak bicara dan marah marah,sebab ciri ciri orang berilmu memanglah begitu,derajat keilmuannya ningrat kalau bahasa jawanya,ia berilmu dengan menjalani syarat memendam amarah dalam sabar,orang orang yang mampu seperti inilah yang di senangi oleh malaikat IZRAIL untuk di berikan berbagai kemampuan ghaib...lalu di mana kelakuan malaikat IZRAIL itu di batang tubuh kita,yaitu berada di otak kepala  bagian depan,apa buktinya..singgunglah sedikit pemahaman dan keyakinan orang lain yang bermula dari otaknya maka ia biasanya langsung akan ber otak marah,jika otaknya liar dan tidak berilmu maka ia akan langsung amarah,tapi bagi yang otaknya di penuhi energy ia mampu mengontrol sipat amarah yang tersimpan dalam otaknya itu...bagaimana membangkitkan malaikat IZRAIL di batang tubuh anak cucu adam,bacalah surat al ikhlas satu kali dalam posisi tangan seperti mengusap wajah yang di mulai dari kepala depan kita,niatkan pahalanya untuk membangkitkan kelakukan malaikat IZRAIL dalam batang tubuh kita.

setelah ini selesai maka zikirkanlah surat al ikhlas sebanyak 555x selama 5 malam,lakukan tata cara di atas dalam kondisi berwudhuk dan jika bisa ada baiknya lakukan di luar rumah,agar malaikat 4 itu dapat menjadi saksi,dan jika tidak mampu boleh lakukan di kamar sendiri dengan lampu di matikan saja agar terlihat facta dari bangkitnya surat al ikhlas ini di batang tubuh kita.setelah ini selesai maka khasiat dari ruh serat al ikhlas ini siap di gunakan untuk tujuan tujuan penting dan besar dalam kehidupan sehari hari kita.....dengan cara seperti berikut

                                       BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM
        QUL..(isi niat ) HUWALLAHHU AHAD,ALLAHHU SSOMAD,LAM YALID WALAM YULAD,WALAM YAQUL LAHU KUFUAN AHAD

NB: tata cara lainnya untuk di gunakan pada berbagai keperluan seperti segera melunasi hutang( tetap dengan proses) menarik rezeki halal yang melimpah (harus ada medianya) menggunakan ruh surat al ikhlas untuk mencari pekerjaan ( harus pantang menyerah bertemu banyak orang) di gunakan untuk pengasihan nikah bathin,atau berkasih/berpacaran bathin ( jangan malu malu) untuk bela diri ( hnya jika terdesak saja) untuk aktifitas supranatural ( kuat niat ) saya simpan dahulu..silahkan saudara saaudara email ke saya dengan tata cara yang enak agar dapat saya pilih pilah tata cara mana yang cocok saya ijazahkan pada keperluan saudara....salam indonesia semoga panjang umur sehat sejahtera..kehidupan mu adalah tanggung jawab mu maka engkau wajib memperjuangkan kehidupan mu tersebut,dengan ilmu atau tampa ilmu....




Kamis, 05 Januari 2017

Suluk Saridin (Syekh Jangkung)

SULUK SARIDIN (SYEKH JANGKUNG) — –sebagaimana yang telah ditulis ulang oleh sahabat Mas Kumitir dalam blognya alangalangkumitir. —
Bismillah, wengi iki ingsung madep, ngawiti murih pakerti, pakertining budi kang fitri, sujud ingsun, ing ngarsané Dzat Kang Maha Suci. — Bismillah,malam ini hamba menghadap, mengawali meraih hikmah/ hikmah budi yang suci, hamba bersujud, di hadapan Keagungan Yang Mahasuci.
Bismillah ar-rahman ar-rahim, rabu mbengi, malam kamis, tanggal lima las, wulan poso, posoning ati ngilangi fitnah, posoning rogo ngeker tingkah. — Bismillâh ar-Rahmân ar-Rahîm, Rabu malam Kamis, tanggal 15 bulan Ramadhan, puasa hati menghilangkan fitnah, puasa raga mencegah tingkah buruk.
Bismillah, dhuh Pangeran Kang Maha Suci, niat ingsun ndalu niki, kawula kang ngawiti, nulis serat kang ingsun arani, serat Hidayat Bahrul Qalbi, anggayuh Sangkan Paraning Dumadi. — Bismillâh, wahai Tuhan Yang Mahasuci, niat hamba malam ini, hamba yang mengawali, menulis surat yang dinamai, surat Hidayat Bahrul Qalbi, untuk memahami asal tujuan hidup ini.
Bismillah, dhuh Pangeran mugi hanebihna, saking nafsu ingsun iki, kang nistha sipatipun, tansah ngajak ing laku drengki, ngedohi perkawis kang wigati. —- Bismillâh, wahai Tuhan semoga Engkau menjauhkan, dari nafsu hamba ini, yang buruk sifatnya, senantiasa mengajak berlaku dengki, menjauhi perkara yang baik.
Bismillah, kanthi nyebut asmaning Allah, Dzat ingkang Maha Welas, Dzat ingkang Maha Asih, kawula nyenyuwun, kanthi tawasul marang Gusti Rasul, Rasul kang aran Nur Muhammad, mugiya kerso paring sapangat, kanthi pambuka ummul kitab. — Bismillâh, dengan menyebut nama Allah, Dzat Yang Maha Pengasih, Dzat Yang Maha Penyayang, hamba memohon, melalui perantara Rasul, Rasul yang bernama Nur Muhammad, semoga berkenan memberi syafaat, dengan pembukaan membaca ummul kitab.
Sun tulis kersaneng rasa, rasaning wong tanah Jawa, sun tulis kersaneng ati, atining jiwa kang Jawi, ati kang suci, tanda urip kang sejati, sun tulis kersaning agami, ageming diri ingkang suci. — Hamba tulis karena rasa, perasaan orang tanah Jawa, hamba tulis karena hati, hati dari jiwa yang keluar, hati yang suci, tanda hidup yang sejati, hamba tulis karena agama, pegangan diri yang suci.
Kang tinulis dudu ajaran, kang tinulis dudu tuntunan, iki serat sakdermo mahami, opo kang tinebut ing Kitab Suci, iki serat amung mangerteni, tindak lampahé Kanjeng Nabi. —  Yang tertulis bukan ajaran,yang tertulis bukan tuntunan,surat ini sekadar memahami,apa yang tersebut dalam Kitab Suci,surat ini sekadar mengetahui,perilaku hidup Kanjeng Nabi.
Apa kang ana ing serat iki, mong rasa sedehing ati, ati kang tanpa doyo, mirsani tindak lampahing konco, ingkang tebih saking budi, budining rasa kamanungsan, sirna ilang apa kang dadi tuntunan.— Apa yang ada di surat ini,hanya rasa kesedihan hati,hati yang tiada berdaya,melihat sikap perilaku saudara,yang jauh dari budi,budi rasa kemanusiaan,hilang sudah apa yang menjadi tuntunan.
Mugi-mugi dadiho pitutur, marang awak déwé ingsun, syukur nyumrambahi para sadulur, nyoto iku dadi sesuwun, ing ngarsane Dzat Kang Luhur. — Semoga menjadi petunjuk,terhadap diri hamba sendiri,syukur bisa berguna untuk sesama, itulah yang menjadi permohonan,di hadapan Dzat Yang Mahaagung.
SYARIAT
Mangertiyo sira kabéh, narimoho kanthi saréh, opo kang dadi toto lan aturan, opo kang dadi pinesténan, anggoning ngabdi marang Pangeran — Mengertilah kalian semua,terimalah dengan segala kerendahan jiwa,terimalah dengan tulus dan rela,apa yang menjadi ketetapan dan aturan,apa yang telah digariskan,untuk mengabdi pada Keagungan Tuhan.
Basa sarak istilah ‘Arbi, tedah isarat urip niki, mulo kénging nampik milih, pundhi ingkang dipun lampahi, anggoning ngabdi marang Ilahi. — Istilah syarak adalah bahasa Arab,yang berarti petunjuk atau pedoman untuk menjalani kehidupan ‘agama’,untuk itulah diperbolehkan memilih,mana yang akan dijalani sesuai dengan kemampuan diri,guna mengabdi pada Keagungan Ilahi.
Saréngat iku tan ora keno, tininggal selagi kuwoso, ageming diri kang wigati, cecekelan maring kitab suci, amrih murih rahmating Gusti. — Apa yang telah di-syari‘at-kan hendaknya jangan kita tinggal,selama diri ini mampu untuk menjalankan,aturan yang menjadi pegangan hidup kita,aturan yang sudah dijelaskan dalam kitab suci al-Qur’an,Itu semua, tidak lain hanya usaha kita untuk mendapat rahmat, dan pengampunan dari Yang Maha Kuasa.
Saréngat iku keno dén aran, patemoné badan lawan lésan, ono maneh kang pepiling, sareh anggoné kidmat, nyembah ngabdi marang Dzat. –— Syariat juga diartikan, sebuah pertemuan antara badan dengan lisan,bertemunya raga dengan apa yang dikata,ada juga yang memberi pengertian,bahwa syariat adalah pasrah dalam berkhidmat,menyembah dan mengabdi pada Keagungan Yang Mahasuci.
Saréngat utawi sembah raga iku, pakartining wong amagang laku, sesucine asarana saking warih, kang wus lumrah limang wektu, wantu wataking wawaton. — Syari`at atau Sembah Raga itu,merupakan tahap persiapan, di mana seseorang harus melewati proses pembersihan diri,dengan cara mengikuti peraturan-peraturan yang ada,dan yang sudah ditentukan—rukun Islam.
Mulo iling-ilingo kang tinebut iki, sadat, sholat kanthi kidmat, zakat bondo lawan badan, poso sak jroning wulan ramadhan, tinemu haji pinongko mampu, ngudi luhuring budi kang estu. — Maka ingat-ingatlah apa yang tersebut di bawah ini, syahadat dengan penuh keihklasan, shalat dengan khusuk dan penuh ketakdhiman, mengeluarkan zakat harta dan badan untuk sesame, puasa pada bulan ramadhan atas nama pengabdian pada Tuhan, menunaikan ibadah haji untuk meraih kehalusan budi pekerti.
Limo cukup tan kurang, dadi rukune agami Islam, wajib kagem ingkang baligh, ngaqil, eling tur kinarasan, menawi lali ugi nyauri. — Lima sudah tersebut tidak kurang, menjadi ketetapan sebagai rukun Islam, wajib dilakukan bagi orang ‘Islam’ yang sudah baligh, berakal, tidak gila dan sehat, adapun, jika lupa menjalankan hendaknya diganti pada waktu yang lain.
Syaringat ugi kawastanan, laku sembah mawi badan, sembah suci maring Hyang, Hyang ingkang nyipto alam, sembahyang tinemu pungkasan. — Syariat juga dinamakan, melakukan penyembahan dengan menggunakan anggota badan, menyembah pada Keagungan Tuhan, Tuhan yang menciptakan alam, Sembah Hyang, begitu kiranya nama yang diberikan.
SYAHADAT
Sampun dados pengawitan, tiyang ingkang mlebet Islam, anyekseni wujuding Pangeran, mahos sadat kanthi temenan, madep-manteb ananing iman. —- Sudah menjadi pembukaan, bagi orang yang ingin masuk Islam, bersaksi akan wujudnya Tuhan, bersungguh-sungguh membaca syahadat, disertai ketetapan hati untuk beriman.
Asyhadu an-lâ ilâha illâ Allâh wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah, Tinucapo mawi lisan, Sareh legowo tanpa pameksan, Mlebet wonten njroning ati, Dadiho pusoko anggoning ngabdi. — Asyhadu an-lâ ilâha illâ Allâh wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah, ucapkanlah dengan lisan, penuh kesadaran tanpa paksaan, masukkan maknanya ke dalam hati, semoga menjadi pusaka untuk terus mengabdi.
Tan ana Pangeran, kang wajib dén sembah, kejawi amung Gusti Allah, semanten ugi Rasul Muhammad, kang dadi lantaran pitulungé umat. — Hamba bersaksi bahwa tak ada tuhan, yang wajib disembah, kecuali Allah swt, begitu pula dengan Nabi Agung Muhammad saw, yang menjadi perantara pertolongan umat.
SHALAT
Syarat limo ajo lali, kadas najis, badan kedah suci, nutup aurat kanti kiat, jumeneng panggonan mboten mlarat, ngerti wektu madep kiblat, sampurno ingkang dipun serat. — Lima syarat jangan lupa, badan harus suci dari hadats dan najis, menutup aurat jika tidak kesulitan, dilaksanakan di tempat yang suci, mengerti waktu untuk melakukan shalat, lalu menghadap kiblat, sempurna sudah yang ditulis.
Wolu las kang dadi mufakat, rukun sahe nglakoni shalat, niat nejo, ngadek ingkang kiat, takbir banjur mahos surat, al-fatihah ampun ngantos lepat. — Delapan belas yang menjadi mufakat, rukun sahnya menjalankan shalat, niat melakukan shalat, berdiri bagi kita yang mampu, mengucapkan takbiratul ikhram membaca surat, al-Fatichah jangan sampai keliru.
Rukuk, tumakninah banjur ngadek, aran iktidal kanti jejek, tumakninah semanten ugi, banjur sujud tumurun ing bumi, sareng tumakninah ingkang mesti, kinaranan ing tumakninah, meneng sedelok sak wuse obah. — Rukuk dengan tenang lalu berdiri, disebut i’tidal dengan tegap, hendaknya juga tenang seperti rukuk, lalu sujud turun ke bumi, bersama thumakninah yang benar, dinamakan thumakninah, diam sebentar setelah bergerak.
Sewelas iku lungguh, antarane rong sujudan, tumuli tumakninah, kaping telulas lungguh akhir, banjur maos pamuji dikir. — Sebelas itu duduk, di antara dua sujud, disertai thumakninah, tiga belas duduk akhir, lalu membaca pujian dzikir.
Limolas iku moco sholawat, kagem Gusti Rosul Muhammad, tumuli salam kang kawitan, sertane niat rampungan, tertib sempurna dadi pungkasan. —- Lima belas membaca shalawat, kepada Rasul Muhammad, kemudian salam yang pertama, bersama niat keluar shalat, tertib menjadi kesempurnaan.
ZAKAT
Zakat iku wus dadi prentah, den lampahi setahun pindah, tumprap wong kang rijkine torah, supados bersih awak lan bondo, ojo pisan-pisan awak déwé leno. —- Zakat sudah menjadi perintah, dilakukan setahun sekali, bagi orang yang hartanya berlimpah, supa bersih raga dan harta, jangan sekali-kali kita lupa.
Umume wong dho ngenthoni, malem bodho idul fitri, zakat firah den arani, bersihaké badan lawan ati, zakat maal ugo mengkono, nanging kaprahing dho orak lélo. — Umumnya orang mengeluarkan, malam Hari Raya Idul Fitri, zakat fitrah dinamai, membersihkan raga dan hati, zakat harta juga begitu, namun umumnya pada tidak rela.
Ampun supé niating ati, nglakoni rukun pardune agami, lillahi ta`ala iku krentekno, amrih murih ridaning Gusti, supados dadi abdi kang mulyo. — Jangan lupa niat di hati, menjalankan rukun fradhunya agama, karena Allah tanamkanlah, untuk mendapat keridhaan-Nya, supaya menjadi hamba yang mulia.
PUASA
Islam, balék, kiat, ngakal, papat sampun kinebatan, wonten maleh ingkang lintu, Islam, balék lawan ngakal, dados sarat nglampahi siam. — Islam, baligh, kuat, berakal, empat sudah disebutkan, ada juga yang mengatakan, Islam, baligh, dan berakal, menjadi syarat menjalankan puasa.
Kados sarat rukun ugi sami, kedah dilampai kanthi wigati, niat ikhlas jroning ati, cegah dahar lawan ngombé, nejo jimak kaping teluné, mutah-mutah kang digawé. —- Seperti syarat, rukun juga sama, harus dijalanlan dengan hati-hati, niat ikhlas di dalam hati, mencegah makan dan minum, jangan bersetubuh nomor tiga, jangan memuntahkan sesuatu karena sengaja.
Papat jangkep sampun cekap, dadus sarat rukuné pasa, ngatos-ngatos ampun léna, mugiyo hasil ingkang dipun seja, tentreming ati urip kang mulya. — Empat genap sudah cukup, menjadi syarat rukunnya puasa, hati-hati jangan terlena, semoga berhasil apa yang diinginkan, tentramnya hati hidup dengan mulia.
HAJI
Limo akhir dadi kasampurnan, ngelampahi rukun parduné Islam, bidal zaroh ing tanah mekah, menawi kiat bandane torah, lego manah tinggal pitnah kamanungsan. —  Lima terakhir menjadi kesempurnaan, menjalankan rukun fardhunya Islam, pergi ziarah ke tanah Makah, jika kuat dan hartanya berlimpah, hati rela menjauhi fitnah kemanusiaan.
Pitu dadi sepakatan, sarat kaji kang temenan, Islam, balik, ngakal, merdeka, ananing banda lawan sarana, aman dalan sertané panggonan. — Tujuh jadi kesepakatan, syarat haji yang betulan, Islam, baligh, berakal, merdeka, adanya harta dan sarana, aman jalan beserta tempat.
Ikram sertané niat, dadi rukun kang kawitan, wukuf anteng ing ngaropah, towaf mlaku ngubengi kakbah, limo sangi ojo lali, sopa marwah pitu bola-bali. — Ikhram beserta niat, menjadi rukun yang pertama, thawaf berjalan mengelilingi ka‘bah, lima sa’i jangan lupa, safa-marwah tujuh kali.
THARIQAT
Muji sukur Dzat Kang Rahman, tarékat iku sak dermo dalan, panemoné lisan ing pikiran, nimbang nanting lawan heneng, bener luputé sira kanthi héling. — Puji syukur Dzat Yang Penyayang,tarekat hanyalah sekadar jalan,bertemunya ucapan dalam pikiran,menimbang memilih dengan tenang,benar tidaknya engkau dengan penuh kesadaran.
Tarékat ugi kawastanan, sembah cipto kang temenan, nyegah nafsu kang ngambra-ambra, ngedohi sipat durangkara, srah lampah ing Bathara. — Tarekat juga dinamakan, sembah cipta yang sebenarnya, mencegah nafsu yang merajalela, menjauhi sifat keburukan, berserah di hadapan Tuhan.
Semanten ugi aweh pitutur, makna tarékat ingkang luhur, den serupaaken kados segoro, minongko saréngat dadus perahu, kang tinemu mawi ngélmu. — Kiranya juga memberi penuturan,makna tarekat yang luhur,diibaratkan laksana samudera,dengan syariat sebagai perahunya,yang ditemukan dengan ilmu.
Mila ampun ngantos luput, dingin nglampahi saréngat, tumuli tarékat menawi kiat, namung kaprahé piyambak niki, supe anggenipun ngawiti. — Maka jangan sampai keliru, mendahulukan menjalani syariat, kemudian tarekat jika mampu, namun umumnya kita ini, lupa saat memulai.
Mila saksampunipun, dalem sawek sesuwunan, mugiya tansah pinaringan, jembaring dalan kanugrahan, rahmat welas asihing Pangeran. — Maka setelahnya, hamba senantiasa memohon, semoga terus mendapat, lapangnya jalan anugerah, cinta dan kasih sayang Tuhan.
SYAHADAT
Lamuno sampun kinucapan, rong sadat kanthi iman, kaleh puniko dereng nyekapi, kangge ngudari budi pekerti, basuh resék sucining ati. —- Jika sudah diucapkan, dua syahadat dengan iman, dua ini belumlah cukup, untuk mengurai budi pekerti, membasuh bersih sucinya hati.
Prayuginipun ugi mangertosi, sifat Agungé Hyang Widhi, kaleh doso gampil dipun éngeti, wujud, kidam lawan baqa, mukalapah lil kawadisi. — Seyogyanya juga mengerti, sifat Keagungan Tuhan, dua puluh mudah dimengerti, wujud, qidam, dan baqa, mukhalafah lil hawâdis.
Limo qiyam binafsihi, wahdaniyat, kodrat, irodat, songo ilmu doso hayat, samak basar lawan kalam, pat belas iku aran kadiran — Lima qiyâmuhu bi nanafsihi, wahdaniyat, qodrat, iradat, sembilan ilmu, sepuluh hayat, sama&lsquo, bashar, kalam, empat belas qadiran.
Muridan kaping limolas, aliman, hayan pitulasé, lawan samian ampun supé, banjur basiron madep manteb, mutakalliman ingkang tetep. — Muridan nomor lima belas, aliman, hayan nomor tujuh belas, kemudian samian jangan lupa, terus bashiran dengan mantab, mutakalliman yang tetap.
Nuli papat kinanggitan, dadi sifat mulyané utusan, sidik, tablik ora mungkur, patonah sabar kanthi srah, anteng-meneng teteping amanah. — Kemudian empat disebutkan, menjadi sifat kemuliaan utusan, sidiq, tabligh tidak mundur, fathanah sabar dengan berserah, diam tenang bersama amanah.
Kaleh doso sampun kasebat, mugiyo angsal nikmating rahmat, tambah sekawan tansah ingeti, dadiho dalan sucining ati, ngertosi sir Hyang Widhi. —- Dua puluh sudah disebut, semoga mendapat nikmatnya rahmat, ditambah empat teruslah ingat, jadilah jalan mensucikan hati, mengetahui rahasia Yang Mahasuci.
SHALAT
Limang waktu dipun pesti, nyekel ngegem sucining agami, agami budi kang nami Islam, rasul Muhammad dadi lantaran, tumurune sapangat, rahmat lan salam. — Lima waktu sudah pasti, memegang kesucian agama,agama budi yang bernama Islam,rasul Muhammad yang menjadi perantara,turunnya pertolongan, rahmat, dan keselamatan.
Rino wengi ojo nganti lali, menawi kiat anggoné nglampahi, kronten salat dadi tondo, tulus iklasing manah kito, nyepeng agami tanpo pamekso. — Siang malam jangan lupa, jika kuat dalam menjalani, karena shalat menjadi tanda, tulus ikhlasnya hati kita, mengikuti agama tanpa dipaksa.
Ngisak, subuh kanthi tuwuh, tumuli luhur lawan asar, dumugi maghrib ampun kesasar, lumampahano srah lan sabar, jangkep gangsal unénan Islam.— Isyak, Shubuh dengan penuh, kemudian Luhur dan Ashar,sampai Maghrib jangan kesasar, jalanilah dengan pasrah dan sabar, genap lima disebut Islam.
Kanthi nyebut asmané Allah, Sak niki kita badé milai, ngudari makna ingkang wigati, makna saéstu limang wektu, pramila ingsun sesuwunan, tambahing dungo panjengan. — Dengan menyebut nama Allah, sekarang kita akan mulai, mengurai makna yang tersembunyi,makna sesungguhnya lima waktu,karenanya hamba memohon,tambahnya doa Anda sekalian.
ISYAK
Sun kawiti lawan ngisak, wektu peteng jroning awak, mengi kinancan cahya wulan, sartané lintang tambah padang, madangi petengé dalan. — Hamba mulai dengan isyak,waktu gelap dalam jiwa,malam bersama cahaya bulan,bersanding bintang bertambah terang,menerangi gelapnya jalan.
Semono ugi awak nira, wonten jroning rahim ibu, dewekan tanpa konco, amung cahyo welasing Gusti, ingkang tansah angrencangi. — Seperti itu jasad kamu,di dalam rahim seorang ibu,sendirian tanpa teman, hanya cahaya kasih Tuhan, yang senantiasa menemani.
SHUBUH
Tumuli subuh sak wusé fajar, banjur serngéngé metu mak byar, padang jinglang sedanten kahanan, sami guyu awak kinarasan, lumampah ngudi panguripan. — Kemudian shubuh setelah fajar,lalu matahari keluar bersinar,terang benderang semua keadaan,bersama tertawa badan sehat,berjalan mencari kehidupan.
Duh sedulur mangertiya, iku dadi tanda lahiring sira, lahir saking jroning batin, batin ingkang luhur, batin ingkang agung. —  Wahai saudara mengertilah, itu menjadi tanda kelahiranmu, lahir dari dalam batin, batin yang luhur, batin yang agung.
ZHUHUR
Luhur teranging awan, tumancep duwuring bun-bunan, panas siro ngraosaké, tibaning cahyo serngéngé, lérén sedélok gonmu agawé. — Zhuhur terangnya siang,menancap di atas ubun-ubun, panas kiranya kau rasakan, jatuhnya cahaya matahari, berhenti sebentar dalam bekerja.
Semono ugo podho gatékno, lumampahing umur siro, awet cilik tumeko gedé, tibaning akal biso mbedakké, becik lan olo kelakuné. —  Seperti itu juga pahamilah, perjalanan hidup kamu,dari kecil hingga dewasa,saat akal bisa membedakan, baik dan buruk perbuatanmu.
ASHAR
Ngasar sak durungé surup, ati-ati noto ing ati, cawésno opo kang dadi kekarep, ojo kesusu ngonmu lumaku, sakdermo buru howo nepsu. — Ashar sebelum terbenam, hati-hatilah menata hati, persiapkan apa yang menjadi keinginan, jangan tergesa-gesa kamu berjalan,hanya sekadar menuruti hawa nafsu.
Mulo podho waspadaha, dho dijogo agemaning jiwa, yo ngéné iki kang aran urip, cilik, gedé tumeko tuwo, bisoho siro ngrumangsani, ojo siro ngrumongso biso. — Maka waspadalah, jagalah selalu pegangan jiwa,ya seperti ini yang namanya hidup, kecil, besar, sampai tua,bisalah engkau merasa,janganlah engkau merasa bisa.
MAGHRIB
Maghrib kalampah wengi, serngéngé surup ing arah kéblat, purna oléhé madangi jagad, mego kuning banjur jedul, tondo rino sampun kliwat. —  Maghrib mendekati malam,matahari terbenam di arah kiblat, selesai sudah menerangi dunia, mega kuning kemudian keluar, tanda siang sudah terlewat.
Duh sedérék mugiyo melok, bilih urip mung sedélok, cilik, gedé tumeko tuwa, banjur pejah sak nalika, wangsul ngersané Dzat Kang Kuwasa. — Wahai saudara saksikanlah, bahwa hidup hanya sebentar, kecil, besar, sampai tua, kemudian mati seketika, kembali ke hadapan Yang Kuasa.
ZAKAT
Lamuno siro kanugrahan, pikantuk rijki ora kurang, gunakno kanthi wicaksono, ampun supé menawi tirah, ngedalaken zakat pitrah. — Jika engkau diberi anugerah, mendapat rezeki tidak kurang, gunakanlah dengan bijaksana, jangan lupa jika tersisa, mengeluarkan zakat fitrah.
Zakat lumantar ngresiki awak, lahir batin boten risak, menawi bondo tasih luwih, tumancepno roso asih, zakat mal kanthi pekulih. — Zakat untuk membersihkan diri, lahir batin tidak rusak, jika harta masih berlimpah, tanamkanlah rasa belas kasih, zakat kekayaan tanpa pamrih.
Pakir, miskin, tiyang jroning paran, ibnu sabil kawastanan, lumampah ngamil, tiyang katah utang, rikab, tiyang ingkang berjuang, muallap nembé mlebu Islam. — Fakir, miskin, orang berpergian,ibn sabil dinamakan,kemudian amil, orang yang banyak hutang, budak, tiyang ingkang berjuang,muallaf yang baru masuk Islam.
Zakat nglatih jiwo lan rogo, tumindak becik kanthi lélo, ngraosaken sarané liyan, ngudari sifat kamanungsan, supados angsal teteping iman. — Zakat melatih jiwa dan raga,menjalankan kebajikan dengan rela,merasakan penderitaan sesame,mengurai sifat kemanusiaan, supaya mendapat tetapnya iman.
PUASA
Posoning rogo énténg dilakoni, cegah dahar lan ngombé jroning ari, ananging pasaning jiwa, iku kang kudhu dén reksa, tumindak asih sepining cela.— Puasa badan mudah dilakukan,mencegah makam dan minum sepanjang hari,namun puasa jiwa,itu yang seharusnya dijaga,menebar kasih sayang menjauhi pencelaan.
Semanten ugi pasaning ati, tumindak alus sarengé budi, supados ngunduh wohing pakerti, pilu mahasing sepi, mayu hayuning bumi. — Demikian pula puasa hati, sikap lemah lembut sebagai cermin kehalusan budi, supaya mendapat kebaikan sesuai dengan apa yang dingini, tiada harapan yang diinginkan, kecuali hanya ketentraman dan keselamatan dalam kehidupan.
HAJI
Kaji dadi kasampurnan, rukun lima kinebatan, mungguhing danten tiyang Islam, zarohi tanah ingkang mulyo, menawi tirah anané bondo. — Haji menjadi kesempurnaan,rukum lima yang disebutkan, untuk semua orang Islam, mengunjungi tanah yang mulia, jika ada kelebihan harta.
Nanging ojo siro kliru, mahami opo kang dén tuju, amergo kaji sakdermo dalan, dudu tujuan luhuring badan, pak kaji dadi tembungan. — Tapi janganlah engkau keliru,memahami apa yang dituju,karena haji hanya sekadar jalan,bukan tujuan kemuliaan badan, jika pulang dipanggil Pak Haji.
Kaji ugi dadi latihan, pisahing siro ninggal kadonyan, bojo, anak lan keluarga, krabat karéb, sederek sedaya, kanca, musuh dho lélakna. — Haji juga untuk latihan, perpisahanmu meninggalkan keduniaan, istri, anak, dan keluarga,karib kerabat, semua saudara, teman dan musuh relakanlah.

Kamis, 29 Desember 2016

Cupu manik astagina sunan kalijaga


Salah satu peninggalan dari nenek moyang kita, yang perlu diuraikan agar menjadi pedoman hidup menuju masyarakat yang sejahtera adalah Asta-brata. Asta artinya delapan, brata artinya tindakan. Jadi, Asta-brata dapat diartikan sebagai delapan macam tindakan. Asta-brata ini diambil dari inti sari wasiat Cupu Manik Asta Gina, atau pegangan hokum bagi para dewa. Konon dengan berpegang pada hokum ini, para dewa dapat memimpin umat manusia menuju kesejahteraan dan kedamaian.

Kalau setiap orang, terutama para pemimpin, berpegang pada asta-brata, maka masyarakat yang sejahtera tidak mustahil terwujud di bumi ini. Adapun asta-brata secara mudah dan jelas digambarkan atau diwujudkan dalam rupa :


1. Wanita: wanita,
2. Garwa; jodoh
3. Wisma : rumah
4. Turangga : kuda tunggangan
5. Curiga : keris, atau senjata
6. Kukila : burung berkutut
7. Waranggana : ronggeng- penari wanita
8. Pradangga : gamelan-bebunyian berirama

Orang atau pemimpin yang utama harus memiliki (mengalami) delapan hal tersebut diatas.Banyak orang yang salah paham, berusaha mempunyai delapan rupa tersebut dalam wujud sebenarnya. Hal demikian ini takkan terwujud. Sesungguhnya delapan hal tersebut sekadar kiasan, dan bukan berarti setiap orang harus memiliki barangnya, tetapi memiliki atau mengalami arti dan wangsitnya.

Wanita, artinya seorang perempuan, yang elok dan cantik, siapapun yang melihat pasti ingin memilikinya. Maka yang dimaksud dengan wanita ini adalah suatu keindahan, sebuah cita-cita yang tinggi. Agar cita-cita itu dapat tercapai, maka orang perlu berusaha sekuat tenaga, belajar, tirakat dan sebagainnya, sebagaimana seorang pemuda yang ingin menggaet dan memiliki gadis cantik.

Garwa, artinya jodoh, suami istri, yang sehati. Garwo sering diartikan sigaraning nyawa, belahan jiwa, jiwa satu dibelah dua atau dua badan satu nyawa. Jadi garwa mengandung arti bahwa setiap orang harus dapat menyesuaikan diri, bisa bergaul dengan siapapun, semua orang dianggap sebagai kawan, hidup rukun dan damai, mencintai sesama, tidak membeda-bedakan orang. Semuanya dianggap sebagai garwa, teman sehidup semati.

Wisma, artinya rumah. Rumah adalah tempat berlindung memiliki ruangan yang luas berpetak-petak untuk menyimpan aneka macam barang. Semuannya dapat dimasukkan kedalam rumah. Demikianlah, setiap orang hendaknya bersifat rumah, yakni dapat menerima siapapun dan membutuhkan perlindungan, sanggup menyimpan dan mengatur segala sesuatu, pun dapat mengeluarkan pikiran dan bertindak bijaksana dan teratur menurut tempat, waktu dan kedaannya.

Turangga, berarti kuda tunggangan, yang kuat dan bagus. Kuda tunggangan bisa berlari cepat, bisa berlari pelan, bisa berjalan sambil menari-nari. Sebaliknya kuda tunggangan juga bisa berlari cepat dengan arah yang tak menentu, bisa terguling kedalam jurang, tergantung orang yang memegang tali kekang. Demikian halnya diri: badan jasmaniah, panca indra dan nafsu kita merupakan kuda tunggangan. Sedangkan jiwa adalah pengendaranya. Bila jiwa dapat menguasai, mengatur dan mengekang diri, maka pergaulan hidup kita akan teratur dengan baik. Sebaliknya, bila jiwa tak dapat menguasai diri, maka hidup kita akan seperti kuda tunggangan yang liar, berlari kesana kemari dan akhirnya tergelincir.

Curiga, artinya keris, senjata tajam yang dipuja-puja. Maka perlulah tiap orang terutama para pemimpin memiliki persenjataan hidup yang lengkap, kepandaian, keuletan, ketangkasan dan lain-lain. Begitu pula pikiran harus tajam, mampu menebak dengan dengan tepat, agar dapat bertindak tepat pula untuk kebahagiaan masyarakat.

Kukila, artinya burung, burung berkutut yang dipelihara di Jawa, untuk didengarkan suaranya, yang merdu, enak didengar, menentramkan sanubari. Demikianlah, setiap kata yang keluar dari mulut hendaknya enak didengar, lemah lembut, menentramkan orang yang mendengarkannya. Setiap kata yang keluar harus tegas dan bersifat memperbaiki dan membangun, agar siapapun yang mendengar bisa terpikat dan mengindahkannya.

Waranggana, artinya tandak atau ronggen, untuk pandangan waktu menari. Pada zaman dewa-dewa, ini disebut Lenggot-bawa. Peraturannya seperti ini : seorang warangga menari di tengah kerumunan orang, bersama seorang lelaki yang ikut menari. Diempat penjuru ada penari laki-laki yang menari, seakan-akan ikut menggoda si waranggana agar memalingkan mukanya dari yang lelaki yang tengah menari.

Maknah gambaran di atas adalah: dalam usaha meraih cita-cita yang muliah ( waranggana), pasti akan banyak kita jumpai godaan yang mencoba menghalang-halangi pencapaian cita-cita tersebut.
<

Minggu, 25 Desember 2016

Hikmah Surah Al Fatihah


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  (١

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  (٢

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  (٣

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ  (٤

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ  (٥

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  (٦

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ  (٧

Beberapa Hikmah Surah AL-fatihah

1 Agar selamat dan bahagia di dunia.- Khasiat surat Al-Fatihah yang pertama adalah untuk memperoleh keselamatan dan kebahagiaan di dunia. Caranya: bacalah surat Al-Fatihah sebanyak 41 kali sesudah shalat sunnah qabliyah subuh (shalat sunnah sebelum sholat fardhu subuh) secara terus menerus.

2 Supaya rezeki lancar dan tercapai cita-cita. - Maka jika Anda ingin pangkat keduniawian insya Allah akan berhasil, jika Anda miskin maka bisa menjadi kaya, jika punya hutang bisa segera lunas, jika sakit segera sembuh, jika lemah menjadi kuat, menjadikan seseorang mulia, ditakuti musuh, semua orang akan mencintai, semua kata-katanya akan diperhatikan dan dipercaya oleh masyarakat, dan selamat dari segala bencana.

3 Mengobati segala jenis penyakit - Khasiat membaca surat Al-Fatihah yang kedua adalah supaya rezeki mudah mengalir dengan lancar dan tercapai cita-citanya. Caranya: bacalah surat Al-Fatihah sebanyak 21 kali setiap selesai shalat fardhu secara terus menerus, maka insyaallah rezeki Anda akan selalu mengalir bagai air bah, dijaga dari segala macam kejahatan, dimuliakan masyarakat, dan berhasil semua maksud atau cita-cita yang ingin dicapai.

4 Melepas tali atau membuka gembok - Mengenai khasiat surat Al-Fatihah untuk penyembuhan penyakit, terdapat hadist riwayat Ibnu Abbas ra ketika Rasulullah SAW mengobati cucunya Hasan yang sedang sakit keras dan berhasil sembuh dengan segera berkat khasiat surat Al-Fatihah.

5 Menghilangkan kebingungan dalam hati dan pikiran - Apabila terdapat seorang muslim yang sedang dirantai atau dikunci di dalam suatu ruangan tertutup, maka dia bisa menggunakan khasiat surat Al-Fatihah untuk keselamatan diri. Caranya adalah: bacalah surat Al-Fatihah sebanyak 121 kali dengan hati yang khusyu’ diarahkan ke rantai atau gembok. Kemudian ditiupkan ke arah rantai atau gembok tadi 10 kali, insyaallah gembok akan terlepas atau terbuka.

Selasa, 20 Desember 2016

Keutamaan Membaca Surat Kahfi Pada Hari Jum'at

..

Hikmah Membaca Surat Al-Kahfi di Hari/Malam Jum'at
Dari Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ